Imam Ali as bukanlah Sahabat Nabi
Perubahan sejarah terkait keutamaan Imam Ali as oleh Bani Umayyah sangatlah kental. Mereka ingin mengikis keutamaan Imam Ali as semampu mereka. Salah satunya membuat hadist buatan untuk menyaingi keutamaan Imam Ali as dan tidak hanya itu, mereka membuat hadist palsu untuk menjatuhkan martabat dan kemuliaan Imam Ali as.
Sahabat manapun tidak bisa menyaingi keutamaan Imam Ali as karena Imam Ali as bukanlah sahabat nabi, melainkan Ahlul bayt nabi saww. Justru penguasa Umawi dan Abbasi berusaha ingin menyamakan kedudukan Imam Ali as dengan sahabat lainnya dengan menggelarinya “Sahabat Nabi.”
Sepintas seperti benar adanya, namun jika kita lebih teliti, maka itu sebenarnya adalah upaya para pembenci Imam Ali as untuk menurunkan derajat Imam Ali as dari Ahlul Bayt Nabi menjadi Sahabat nabi. Ketika sampai kepada derajat sahabat nabi, maka kedudukannya sama seperti sahabat lainnya.
Karena jika Imam Ali as masih dalam derajat Ahlul Bayt Nabi, mereka akan kesulitan mencari celah untuk mendiskreditkan sosok Imam Ali as yang oleh nabi dijuluki sebagai “diri Nabi.”
Namun, jika Imam Ali as Washi Rasulillah saww diturunkan derajatnya sebagai sahabat nabi, maka kedudukannya akan sama seperti sahabat –sahabat lainnya yang pernah zinah dimasa jahiliyah, yang pernah menyembah berhala dimasa jahiliyah, yang pernah bunuh putrinya sendiri dimasa jahiliyah, yang pernah telanjang mengitari kabah dimasa jahiliyah dan hal-hal lainnya.
Sehingga siapapun bisa menjadi kandidat pengganti Rasulullah saww karena sama-sama berkedudukan sahabat Nabi Saww. Lain halnya jika memiliki kedudukan melebihi sahabat yaitu Ahlul Bayt Nabi saww. Untuk itu Imam Ali as ketika didudukan oleh metode Khalifah Umar dalam Ahlul Hilli wal Aqd bersama dengan Sahabat Ustman, Abdurahman bin auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah dan Saad bin Abi Waqqash Beliau sedih dan berkata, “Bagaimana bisa aku disamakan dengan orang-orang seperti mereka ini.”
Pendapat dan klaim bahwa Imam Ali as dari Ahlul Bayt Nabi saww, bukan dari sahabat nabi disepakati oleh Imam Ahmad bin Hanbal seperti yang diriwayakan putranya dalam kitab Manaqib Imam Ahmad.
أبا الحسن أحمد بن القاسم بن الريان قال: سمعت عبد الله بن أحمد بن حنبل, يقول: حدث أبي بحديث سفينة فقلت: يا أبة, ما تقول في التفضيل؟ قال: في الخلافة أبو بكر وعمر وعثمان. فقلت: فعلي بن أبي طالب؟ قال: يا بني, علي بن أبي طالب من أهل بيتٍ لا يقاس بهم أحد.
(ابن الجوزي، أبو الفرج عبد الرحمن بن علي بن محمد بن علي (متوفاي597هـ)، مناقب الإمام أحمد ج1 ص219، تحقيق: د. عبد الله بن عبد المحسن التركي، دار النشر: دار هجر، الطبعة : الثانية، 1409 هـ)
”Pada suatu kali, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menanyai ayahnya, ‘Bagaimana pendapat ayah tentang tafdhil (urutan keutamaan) sahabat ?. Imam Ahmad bin Hanbal menjawab : ‘Dalam khalifah Abubakar, Umar, Usman’. Lalu bagaimana dengan Ali ? tanya Abdullah. Imam Ahmad bin Hanbal menjawab : ‘Wahai anakku, Ali bin Abi Thalib termasuk ahlu bait dan tidak satu orangpun yang dapat dibandingkan dengan mereka!’.”
Jika kita mengikuti Pendapat dan pandangan (Ijtihad) dari Imam Ahmad bin hanbal sebagai salah satu Imam Mazhab Ahlu Sunnah, maka jelas Imam Ali as bukanlah sahabat nabi, melainkan Ahlul bayt nabi yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun dan siapapun.
~~Abu Syirin Al Hasan~~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Agama
Ziarah Kubur Muslim
*Amalan Ziarah Kubur Muslimin* *Saat Imam Shadiq as ditanya bagaimana cara kita menyampaikan salam kepada Ahli Kubur? Beliau menjawab:* ...
Herbal
-
Hadidsin, Manfaat dan kegunaan:1- Menjaga diri dari kejahatan musuh dan aman dari ganguan orang- orang sekitarnya.2- memudahkan kelahiran ba...
-
Tumbuhan renek ini berasal dari keluarga Rutaceae dan dari spesies Murraya koeniggi, mengeluarkan daun-daun kecil berwarna hijau. Daun kar...
-
Doa dari Quran, Mengabulkan Semua Hajat Dikutip dari buku : "Dzikir Qur'ani" Diriwayatkan dari Imam Ali Ridho a.s. : “Ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar