Sabtu, 29 April 2017

Syaban Adalah Bulan Ahlul Bayt saaw

Syaban adalah bulan Ahlul Bayt as

Bulan-bulan agung didalam Islam bukan karena bulan itu secara esensial agung, melainkan agung dikarenakan didalamnya terdapat kejadian istimewa dalam pandangan sang maha Agung.

Salah satunya bulan Syaban menjadi agung dikarenakan para kekasih Allah swt dan penghidup agama Islam Muhammadi Ashil lahir dibulan ini. 1 Syaban menurut Ma’ali Shibtain adalah kelahiran Sayidah Zainab as. Ketika Sayidah Zainab as lahir, Rasululllah saww sedang bepergian ke sebuah tempat dan Amirul mukminin menunggu beliau tiba dikota Madinah untuk memberikan nama putri kecilnya itu.
Kemudian datanglah Nabi dan langsung menuju rumah Ali as dan mengatakan bahwa Jibril telah turun memberikan wahyu bahwa namakanlah putri ini dengan Zainab, karena Allah swt telah menamainya Zainab dilangit sebelum dibumi. Arti Zainab adalah penghias ayahnya. Ya, tanpa Sayidah Zainab dan perannya di Karbala maka Islam Muhammadi dan Alawi binasa ditelan oleh Islam Umawi dan Abbasi.

Rasulullah saww menggendong dan mencium Zainab kecil as dan berkata kepada para sahabatnya,
“ Aku berwasiat kepada kalian, baik yang hadir, maupun yang ghaib, untuk menghormati putriku ini karena memiliki kesamaan dengan Khadijah Al-Kubra as.”

Pada tanggal 3 Syaban adalah kelahiran penghidup agama Muhammad Al-Ashil, Imam Husein as. Kelahiran yang membawa kegembiraan bunda Zahra as sekaligus kesedihan beliau. Bahagia dan duka menjadi satu ketika sang pemimpin pemuda syurga itu lahir di dunia fana ini.
Bayi kecil yang sering ditimang Jibril itu kelak akan menjadi korban kebengisan umat Islam yang “mengaku paling Islam” namun mendapatkan laknat Allah swt sepanjang zaman. Imam Husein as dan Sayidah Zainab yang lahir di awal bulan Syaban seakan ingin menegaskan sebagai pembuka jalan keadilan dan anti kezaliman untuk Shahibul Ashri wa Zaman as.

Pada tanggal 4 Syaban sang panglima Karbala, Abul Fadhl Abbas dilahirkan didunia ini sebagai tonggak dan pembawa bendera sekaligus wazir dari Imam Husein as dan Sayidah Zainab dalam membuka pintu keadilan untuk umat Muhammad hingga hari dijanjikan Allah swt, hari dimana bumi akan dipenuhi dengan keadilan.

Pada tanggal 5 Syaban adalah kelahiran pembawa pesan Karbala dan pelanjut risalah Karbala, Imam Zainal Abidin Al-Sajjad. Karbala tanpa Imam Sajjad as, maka akan musnah karena dengannya, Imam Mahdi as lahir kedunia ini untuk memenuhi bumi dengan keadilan dalam naungan hukum Ilahi Muhammadi ashil.

Pada tanggal 15 Syaban adalah kelahiran penutup teriakan keadilan Karbala dan akan memenuhi bumi ini dengan keadilan ilahi, Shahibul Ashri wa Zaman, Imam Mahdi as arwahuna lahul fida.

Syaban adalah garis start pembawa panji keadilan sekaligus garis finish pengeksekusi keadilan. Diawali dengan kelahiran pemuka Karbala dan diakhiri dengan penuntut balas darah Karbala (Ya Lastaratil Husein)

Syaban menjadi agung karena tujuan penciptaan yaitu menyadarkan manusia untuk berbuat adil dan menegakan keadilan ada dibulan Syaban dalam diri Sayidah Zainab as, Imam Husein as, Abul Fadhl Abbas dan Imam Zaman as.

As’adallah ayamana wa ayamakum biwiladati hami adli ilahi fi syahri Syaban al muadham.
Kullu am wa antum fi shaffi Zainab as
Kullu am  wa antum fi shaffil Husein as
Kullu am wa  antum fi shaffil Abbas as
Kullu am wa antum fi shaffil Mahdi as
Nas’alukum Addua….Ilahi Amien…

---Abu Syirin al Hasan---

Kelahiran Pemuda Penghulu Surga

Selamat berbahagia atas Kelahiran Pemimpin Pemuda Ahli Sorga

Imam Husein as. dilahirkan pada 3 Sya’ban 4 Hijriah. Mendengar berita kelahirannya, Rasulullah saw. sangat gembira. Beliau bergegas pergi ke rumah putrinya, Fatimah as. untuk mengucapkan selamat atas kelahiran putranya itu.

Rasulullah saw. membacakan adzan pada telinga kanannya dan iqamat pada telinga kirinya, kemudian menamai bayi mungil itu dengan nama Husein.

Pada hari ketujuh dari kelahirannya, Ali bin Abi Thalib membuat acara akikah untuk putranya dan membagikan daging kambing akikahnya kepada orang-orang fakir.

Rasulullah saw. sangat mencintai cucunda Husein as. Setelah mendapatkan wahyu tentang apa yang akan terjadi pada cucunda ini di masa yang akan datang, beliau bersedih dan menangis atas kekejaman yang akan menimpanya.

Rasulullah saw bersabda: “Husein dariku dan aku dari Husein". Dialah Imam putra Imam, dan sembilan dari keturunannya akan menjadi Imam, dan imam akhir dari mereka adalah Muhammad Al-Mahdi as. Dia akan muncul di akhir zaman, dan akan memenuhi alam semesta ini dengan keadilan setelah dipenuhi oleh kezaliman.

Doa Ziarah Imam Husein a.s. dan Syuhada Karbala

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ،

Bismillahirrohmanirrohim, Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang
Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ آدَمَ صِفْوَةِ اللهِ ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ  نُوْحٍ نَبِيِّ اللهِ،  اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ  إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِ اللهِ،

Assalaamu ‘alaika yaa waaritsa Aadama shifwatillaahi, Assalaamu ‘alaika yaa waaritsa Nuuhin nabiyyillaahi, Assalaamu ‘alaika yaa waaritsa Ibroohiima kholiilillaahi

Salam atasmu duhai Pewaris Adam shifwatallah (yang menyandang sifat Allah), Salam atasmu duhai Pewaris Nuh nabi Allah, Salam atasmu duhai Pewaris Ibrahim kholilullah (kekasih Allah)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ مُوْسَى كَلِيْمِ اللهِ ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ عِيْسَى رُوْحِ اللهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ اللهِ،

Assalaamu ‘alaika yaa waaritsa Muusaa kaliimillaahi, Assalaamu ‘alaika yaa waaritsa ‘iisaa ruuhillaahi, Assalaamu ‘alaika yaa waaritsa Muhammadin habiibillaahi

Salam atasmu duhai Pewaris Musa kalimillah (yang bercakap dengan Allah), Salam atasmu duhai Pewaris Isa ruuhillah (Roh Allah), Salam atasmu duhai Pewaris Muhammad kekasih Allah

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ عَلِيٍّ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَلِيِّ اللهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ وَارِثَ الْحَسَنِ الشَّهِيْدِ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ بْنَ رَسُوْلِ اللهِ،

Assalaamu ‘alaika yaa waaritsa ‘Aliyyin amiiril mu’miniina waliyyillaahi, Assalaamu ‘alaika yaa waaritsal Hasanisy syahiidi shibthi rasuulillaahi, Assalaamu ‘alaika yabna rasuulillahi,

Salam atasmu duhai Pewaris Amiril Mukminiin wali Allah, Salam atasmu duhai Pewaris Hasan yang Syahiid cucu Rosulullah, Salam atasmu duhai putra Rosulullah saaw

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا بْنَ الْبَشِيْرِ النَّذِيْرِ وَابْنِ سَيِّدِ الْوَصِيِّيْنَ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ بْنَ فَاطِمَةَ سَيِّدَةِ نِساَءِ الْعَالَمِيْنَ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ أَبَا عَبْدِ اللهِ،

Assalaamu ‘alaika yabnal basyiirin nadziiri waabni sayyidil waashiyyiina, Assalaamu  ‘alaika  yabna Faathimata sayyidati nisaail ‘aalamiina, Assalaamu ‘alaika ya Abaa ‘Abdillahi

Salam atasmu duhai putra yang memberi berita gembira dan ancaman dan putra pemuka yang menerima wasiyat, Salam atasmu duhai putra Fathimahpenghulu wanita sekalian alam, Salam atasmu duhai Abaa Abdillah

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ خِيْرَةَ اللهِ وَابْنَ خِيَرَتِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ ثاَرَ اللهُ وَابْنَ ثاَرِهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الْوِتْرُ الْمَوْتُوْرُ،

Assalaamu ‘alaika yaa khiirotallahi wabna khiyarotihi, Assalaamu  ‘alaika ya tsaarollohu wabna tsaarihi, Assalaamu ‘alaika ayyuhal witrul mautuuru

Salam atasmu duhai manusia pilihan putra manusia pilihan, Salam atasmu duhai buktinya Allah dan putra buktinya Allah, Salam atasmu duhai witrul mawtuur

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا الإِمَامُ الْهَادِيُّ الزَّكِيُّ، وَ عَلَى أَرْوَاحٍ حَلَّتْ بِفِنَائِكَ، وَأَقَامَتْ فِي جِوَارِكَ،وَوَفَدَتْ مَعَ زَوَّارِكَ،

Assalaamu ‘alaika ayyuhal imaamul haadiiyuz zakiyyu wa ‘alaa arwaahin hallat bifinaaika wa aqoomat fii jiwaarika wawafadat ma’a zawwaarika

Salam atasmu duhai Imam yang memberi petunjuk nan suci, salam atas ruh yang ada di sisimu, yang berdiri di dekatmu yang bertetangga denganmu yang mengutus orang yang menziarahmu

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ مِنِّي مَا بَقِيْتُ وَبَقِيَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، فَلَقَدْ عَظُمَتْ بِكَ الرَّزِيَّةُ، وَجَلَّ الْمُصاَبُ فِي الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَفِي أَهْلِ السَّماَوَاتِ أَجْمَعِيْنَ،
وَفِي سُكَّانِ اْلأَرَضِيْنَ

Assalaamu ‘alaika minnii maa baqiitu wabaqiyallailu wannahaaru falaqod ‘adhumat bikar roziyyatu wajallal mushoobu fil mu’miniina walmuslimiina wafii ahlis samaawaati ajma’iina
Wafii sukkaanil arodhiina

Salam atasmu dari hamba, selama adanya hamba, sepanjang malam dan siang, telah menimpa atasmu musibah yang musibah itu juga menimpamukminin dan muslimin dan juga menimpa seluruh penghuni langit dan penduduk bumi

فَإِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، وَصَلَوَاتُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ وَتَحِياَّتُهُ عَلَيْكَ، وَعَلَى آبَائِكَ الطَّاهِرِيْنَ الطَّيِّبِيْنَ الْمُنْتَجَبِيْنَ، وَعَلَى ذَرَا رِيْهِمُ الْهُدَاةِ الْمَهْدِيِّيْنَ.

fainna lillaahi wainnaa ilaihi rooji’uuna washolawaatullohi wabarokaatuhu watahiyyaatuhu ‘alaika wa’alaa abaaikath thoohiriinath thoyyibiinal muntajabiina  Wa’alaa dzarooriihimul hudaatil mahdiyyiina,

Sesungguhnya semua itu dari Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah, semoga rahmat Allah, keberkahan-Nya, pujian-Nya selalutercurahkan atasmu dan atas pendahulumu yang suci yang terpilih serta pelanjutmu yang mendapat petunjuk dan pemberi petunjuk.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ مَوْلاَيَ وَعَلَيْهِمْ، وَعَلَى رُوْحِكَ وَعَلَى أَرْوَاحِهِمْ، وَعَلَى تُرْبَتِكَ وَعَلَى تُرْبَتِهِمْ،

asslaamu ‘alaika yaa maulaaya wa’alaihim wa’alaa ruuhika wa’alaa arwaahihim wa’alaa turbatika wa’alaa turbatihim

Salam atasmu duhai Imamku dan Imam yang lainnya salam atas ruhmu dan ruh yang lain atas turbahmu dan turbah yang lainnya

اَللَّهُمَّ لَقِّهِمْ، رَحْمَةً، وَرِضْوَاناً، وَرَوْحاً وَرَيْحَاناً، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ مَوْلاَيَ ياَ أَباَ عَبْدِ اللهِ، ياَ بْنَ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ، وَ ياَ بْنَ سَيِّدِ الْوَصِيِّيْنَ، وَ ياَ بْنَ سَيِّدَةِ نِساَءِ الْعاَلَمِيْنَ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ ياَ شَهِيْدُ ياَ بْنَ الشَّهِيْدِ، يَا أَخَ الشَّهِيْدِ يَا أَبَا لشُّهَدَاءِ،

Allahumma laqqihim rohmatan waridhwaanan waruuhan waroyhaanan, assalaamu ‘alaika yaa maulaayaa yaa abaa ‘abdillahi yabna khootamin nabiyyiina wayabna sayyidil washiyyiina, Wayabna sayyidati nisaail ‘alamiina, assalaamu ‘alaika yaa syahiidu yabnasy syahiidi, yaa akhosy syahiidi, yaa abasy syuhadaai

Ya Allah anugerahkan pada mereka rahmat, keridhoan, kesenangan, salam atasmu duhai Imamku duhai Aba Abdillah duhai putra penutup para nabi dan putra pemimpin al-washiyyin, putra penghulu wanita alam semesta, salam atasmu duhai syahid, putra syahid saudara syahid dan pemimpin para syahid

اَللَّهُمَّ بَلِّغْهُ عَنِّي فِي هَذِهِ السَّاعَةِ، وَفِي هَذَا الْيَوْمِ، وَفِي هَذَا الْوَقْتِ، وَفِي كُلِّ وَقْتٍ، تَحِيَّةً كَثِيْرَةً وَسَلاَمًا، سَلاَمُ اللهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ، يَا بْنَ سَيِّدِ الْعَالَمِيْنَ وَعَلَى الْمُسْتَشْهَدِيْنَ مَعَكَ سَلاَماً مُتَّصِّلاً مَااتَّصَلَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ،

Allahumma ballighhu ‘annii fii haadihis saa’ati wafii haadal yaumi wafii haadal waqti wafii kulli waqtin tahiyyatan katsiirotan wasalaaman, salaamullohi ‘alaika warohmatullohi wabarokaatuhu. Yabna sayyidil ‘aalamiin wa ‘alal mustasyhadiin ma’aka salaaman muttashilan mattasholal laylu wan nahaaru, As-salaamu ‘alal Huseinibni ‘Ali asy-syahiid

Ya Allah sampaikan salam padanya dari hamba di saat ini di hari ini di waktu ini di setiap waktu salam penghorma tan yang banyak, Semoga Allah melimpahkan salam, rahmat dan keberkahan atasmu, Duhai putra pemimpin alam semesta yang menjadi saksi bersamamu teriring salam yang berkesinambungan pada siang dan malam.

اَلسَّلاَمُ عَلَى الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِي الشَّهِيْدِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ الشَّهِيْدِ اَلسَّلاَمُ عَلَى الْعَبَّاسِ ابْنِ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ الشَّهِيْدِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى الشُّهَدَاءِ مِنْ وُلْدِ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ،

As-salaamu ‘alaa ‘aliyyibnil Husein as-syahiid, As-salaamu ‘ala Abbas Ibni amiril Mukminiina As-Syahiid, As-salaamu ‘alaasy syuhadaa ii min wuldi amirul mukminiin

Salam atas Husein putra Ali yang syahid, salam atas Ali putra Husein yang syahid, salam atas Abbas putra Amiril Mukminin yang suahid, salam atas para syuhada dari putra-putra Amirul Mukminin

اَلسَّلاَمُ عَلَى الشُّهَدَاءِ مِنْ وُلْدِ الْحَسَنِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى الشُّهَدَاءِ مِنْ وُلْدِ الْحُسَيْنِ، اَلسَّلاَمُ عَلَى الشُّهَدَاءِ مِنْ وُلْدِ جَعْفَرٍ وَعَقِيْلٍ،

As-salaamu ‘alaa syuhadaa ii min wuldil Hasan, As-salaamu ‘alaa syuhadaa ii min wuldil Husein, As-salaamu ‘alaa syuhadaa ii min wuldi Ja’far wa Aqiil

Salam atas para syuhada putra-putra Hasan, Salam atas para syuhada putra-putra Husein, Salam atas para syuhada putra-putra Ja’far dan Aqil

اَلسَّلاَمُ عَلَى كُلِّ مُسْتَشْهَدٍ مَعَهُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ  وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَبَلِّغْهُمْ عَنِّي تَحِيَّةً كَثِيْرَةً وَسَلاَمًا،

As-salaamu ‘alaa kulli musytasyhadin ‘ma’ahum minal mukminiin, allahumma sholli ‘ala Muhammadin wa aali Muhammadin, wa ballighhum ‘annii tahiyyatan katsiirotan wasalaamaa

Salam atas setiap para yang syahid bersama mereka dari yang mukminin, Ya Allah limpahkanlah rahmat-Mu untuk Muhammad dan keluarga Muhammad. Sampaikan salam pada mereka dari hamba salam penghormatan yang banyak

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهَ، أَحْسَنَ اللهُ لَكَ الْعَزَاءَ فِيْ وَلَدِكَ الْحُسَيْنِ،
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا فَاطِمَةُ أَحْسَنَ اللهُ لَكِ الْعَزَاءَ فِيْ وَلَدِكِ الْحُسَيْنِ،

As-salaamu ‘alaaika yaa Rosuuulullah ahsanallahu lakal ‘azaa a fii waladikal Husein,
As-salaamu ‘alaaiki yaa Fathimatu ahsanallahu lakil ‘azaa a fii waladikil Husein,

Salam atasmu duhai Rosulullah semoga Allah menambahkan kebaikanatasmu atas musibah putramu Husein, Salam atasmu duhai Fathimahsemoga Allah menambahkan kebaikan atasmu atas musibah putramu Husein

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ، أَحْسَنَ اللهُ لَكَ الْعَزَاءِ فِيْ وَلَدِكَ الْحُسَيْنِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ الْحَسَنَ أَحْسَنَ اللهُ لَكَ الْعَزَاءَ فِيْ أَخِيْكَ الْحُسَيْنِ،

As-salaamu ‘alaaika yaa Amirol Mukminiina, ahsanallahu lakal ‘azaa a fii waladikal Husein,
As-salaamu ‘alaaika yaa Aba Muhammadilhasan ahsanallahu lakal ‘azaa a fii akhiikal Husein,

Salam atasmu duhai Amirul mukminin semoga Allah menambahkan kebaikan padamu atas musibah putramu Husein, Salam atasmu duhai AbalMuhammad al-Hasan semoga Allah menambahkan kebaikan padamu atas musibah saudaramu Husein

يَا مَوْلاَيَ يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ، أَنَا ضَيْفُ اللهِ وَضَيْفُكَ، وَ جَارُ اللهِ وَجَارُكَ، وَلِكُلَّ ضَيْفٍ وَجَارٍ قِرًى وَقِرَايَ، فِي هَذَا الْوَقْتِ، أَنْ تَسْأَلَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَنْ يَرْزُقَنِي فَكَاكَ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ إِنَّهُ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ.

Yaa mawlaaya yaa abaa ‘Abdilla, anaa dhoifullah wadhoifuka, wajaarulla wajaaruka, wa likulli dhifuin wa jaarin qiroon wa qirooya fii haadzal waqti, an tas alallhu subhanahu wa ta’aala ayyarzuqonii fakaa ka roqobatii minan naari, innahu samii’ud du’aa ii qoriibun mujiib.

Duhai pemimpinku duhai Aba Abdillah, hamba adalah tamu Allah dan tamumu, tetangga Allah dan tetanggamu, setiap tamu dan tetangga adalah pendamping dan pendampingku. Hamba memohon kepada Allah SWT agar menyelamatkan hamba dari api neraka, sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa dan Maha Dekat serta Maha Mengabulkan.

Imam Ali as bukanlah sahabat Nabi.

Imam Ali as bukanlah Sahabat Nabi

Perubahan sejarah terkait keutamaan Imam Ali as oleh Bani Umayyah sangatlah kental. Mereka ingin mengikis keutamaan Imam Ali as semampu mereka. Salah satunya membuat hadist buatan untuk menyaingi keutamaan Imam Ali as dan tidak hanya itu, mereka membuat hadist palsu untuk menjatuhkan martabat dan kemuliaan Imam Ali as.

Sahabat manapun tidak bisa menyaingi keutamaan Imam Ali as karena Imam Ali as bukanlah sahabat nabi, melainkan Ahlul bayt nabi saww. Justru penguasa Umawi dan Abbasi berusaha ingin menyamakan kedudukan Imam Ali as dengan sahabat lainnya dengan menggelarinya “Sahabat Nabi.”

Sepintas seperti benar adanya, namun jika kita lebih teliti, maka itu sebenarnya adalah upaya para pembenci Imam Ali as untuk menurunkan derajat Imam Ali as dari Ahlul Bayt Nabi menjadi Sahabat nabi. Ketika sampai kepada derajat sahabat nabi, maka kedudukannya sama seperti sahabat lainnya.

Karena jika Imam Ali as masih dalam derajat Ahlul Bayt Nabi, mereka akan kesulitan mencari celah untuk mendiskreditkan sosok Imam Ali as yang oleh nabi dijuluki sebagai “diri Nabi.”
Namun, jika Imam Ali as Washi Rasulillah saww diturunkan derajatnya sebagai sahabat nabi, maka kedudukannya akan sama seperti sahabat –sahabat lainnya yang pernah zinah dimasa jahiliyah, yang pernah menyembah berhala dimasa jahiliyah, yang pernah bunuh putrinya sendiri dimasa jahiliyah, yang pernah telanjang mengitari kabah dimasa jahiliyah dan hal-hal lainnya.

Sehingga siapapun bisa menjadi kandidat pengganti Rasulullah saww karena sama-sama berkedudukan sahabat Nabi Saww. Lain halnya jika memiliki kedudukan melebihi sahabat yaitu Ahlul Bayt Nabi saww. Untuk itu Imam Ali as ketika didudukan oleh metode Khalifah Umar dalam Ahlul Hilli wal Aqd  bersama dengan Sahabat Ustman, Abdurahman bin auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah dan Saad bin Abi Waqqash Beliau sedih dan berkata, “Bagaimana bisa aku disamakan dengan orang-orang seperti mereka ini.”

Pendapat dan klaim bahwa Imam Ali as dari Ahlul Bayt Nabi saww, bukan dari sahabat nabi disepakati oleh Imam Ahmad bin Hanbal seperti yang diriwayakan putranya dalam kitab Manaqib Imam Ahmad.

أبا الحسن أحمد بن القاسم بن الريان قال: سمعت عبد الله بن أحمد بن حنبل, يقول: حدث أبي بحديث سفينة فقلت: يا أبة, ما تقول في التفضيل؟ قال: في الخلافة أبو بكر وعمر وعثمان. فقلت: فعلي بن أبي طالب؟ قال: يا بني, علي بن أبي طالب من أهل بيتٍ لا يقاس بهم أحد.
(ابن الجوزي، أبو الفرج عبد الرحمن بن علي بن محمد بن علي (متوفاي597هـ)،  مناقب الإمام أحمد ج1 ص219، تحقيق: د. عبد الله بن عبد المحسن التركي، دار النشر: دار هجر،‌ الطبعة : الثانية، 1409 هـ)

”Pada suatu kali, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menanyai ayahnya, ‘Bagaimana pendapat ayah tentang tafdhil (urutan keutamaan) sahabat ?. Imam Ahmad bin Hanbal menjawab : ‘Dalam khalifah Abubakar, Umar, Usman’. Lalu bagaimana dengan Ali ? tanya Abdullah. Imam Ahmad bin Hanbal menjawab : ‘Wahai anakku, Ali bin Abi Thalib termasuk ahlu bait dan tidak satu orangpun yang dapat dibandingkan dengan mereka!’.”

Jika kita mengikuti Pendapat dan pandangan (Ijtihad) dari Imam Ahmad bin hanbal sebagai salah satu Imam Mazhab Ahlu Sunnah, maka jelas Imam Ali as bukanlah sahabat nabi, melainkan Ahlul bayt nabi yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun dan siapapun.

~~Abu Syirin Al Hasan~~

Minggu, 23 April 2017

Doa Stroke

*Obat Stroke*

  💊🔬🔍💉🌡
Pada satu ketika dimana _Nabi Allah Sulaiman as._ duduk di singgahsananya, maka datang satu Angin yang cukup besar.

Maka bertanya Nabi Allah Sulaiman: _*"siapakah engkau..?"*_

Maka dijawab oleh Angin tersebut bahwa *akulah Angin Rihul Ahmar....dan Aku bila memasuki rongga anak adam, maka lumpuh, keluar darah dari rongga, dan apabila aku memasuki otak anak adam, maka menjadi gilalah anak adam..*

Maka diperintahkan oleh _Nabi Sulaiman as_ supaya membakar Angin tersebut, maka berkatalah _*Rihul Ahmar*_ kepada _Nabi Sulaiman as._ bahwa *"Aku kekal sampai hari kiamat tiba, tiada sesiapa pun yg dapat membinasakan Aku melainkan Allah.*

Lalu _Rihul Ahmar_ pun menghilang.

Diriwayatkan, cucu Nabi Muhammad Saw. terkena _*Rihul Ahmar,*_ sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.

Maka datang malaikat jibril kepada Nabi Muhammad Saw.  dan bertanya Nabi kepada Jibril.

Maka Jibril menghilang sebentar, lalu Malaikat Jibril Kembali mengajari akan doa Rihul Ahmar kepada Nabi Saw, kemudian dibaca doa tersebut kepada cucunya dan dengan sekejap cucu Rasulullah sembuh serta merta.

Lalu bersabda Nabi S.A.W. bahwa barang siapa membaca doa stroke/Doa Rihul Ahmar walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau STROKE.

  🕌👳🏻‍♀
*Doa agar terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik*

*اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر*
_*Allahumma inni a'uzubika min arrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar.*_

_... Ya Allah Tuhanku, lindungi aku dari angin merah & lindungi aku dari darah hitam (stroke) & dan dari penyakit berat._ 🔬💊

*اللهم صل على محمد وآل محمد*    🙏🏻

Jumat, 21 April 2017

Arti Huruf Hijaiyah

” Makna Huruf Hijaiyah Menurut Imam Ali a.s “


Dari Imam  Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :



Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.



Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “apa faedah dari huruf hijaiyah ?”



Rasulullah SAW lalu berkata kepada Imam Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah…”.



Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ Ya Allah…., sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.



Lalu Imam Ali a.s berkata :



“ Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.





Huruf Hijaiyah



Kemudian Imam Ali a.s berkata :



“Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,



Adapun ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.



Adapun ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,



adapun tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”



Adapun jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.



Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.



Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.



Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,



dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.



Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.



Zay artinya hiasan penghambaan.



Sin artinya Maha mendengar dan melihat. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.



Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.



Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.



Tha artinya Yang suci dan mensucikan,



dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.



Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.



Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.



Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.



Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya



Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.



Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.



Mim artinya pemilik semua kerajaan.



Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.



Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.



Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.



Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.

Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”.



Rasulullah lalu berkata “ Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.



Al-Fatihah dan Sholawat.

Kamis, 20 April 2017

Doa dan Hukum Sebab-Akibat

Allahumma adkhil ‘ala ahlil qubûrissurûr
Ya Allah, masukkanlah kebahagiaan kepada penghuni kubur
Demikian untaian doa yang sangat pengasih, orang yang sudah meninggal pun didoakan, bukankah ini suatu kepedulian yang jauh dari sifat egois?, saat ini memang kita tidak tahu bagaimana keadaan orang-orang yang telah meninggal, dan karena Allah SWT maha pengasih dan penyayang, maka selain diutusnya Nabi Muhammad SAW juga dengan shalawat serta doa menjadi senjata bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah, dan tentunya doa wajib dipahami sehingga tidak hanya menjadi lafaz di bibir saja atau hanya senandung yang menghiasi even-even ritual dan setelah itu tak berbekas, bukan seperti itu, namun DOA adalah hal yang terkait banyak hal untuk satu hal.
Doa adalah sarana untuk mencapai tujuan akhir seseorang. Hukum universal ‘sebab-akibat’ juga menunjukkan bahwa kita memang harus mencari pertolongan dari Sebab Utama, yakni Allah Yang Mahakuasa. Dengan demikian, dalam kondisi ketika segala sesuatu itu bisa diperoleh dengan cara-cara alamiah sesuai hukum alam, manusia tetap tidak bisa beranggapan bahwa dirinya tidak butuh permohonan doa.
Di sisi lain, sebagian orang boleh jadi beranggapan bahwa permohonan doa saja sudah cukup sehingga tidak perlu menyertainya dengan usaha untuk mencapai tujuan. Tentu saja, pandangan ini jelas-jelas sangat keliru dan jahil karena Allah Yang Mahakuasa telah menetapkan sistem hukum sebab-akibat dan menganjurkan kepada umat manusia agar bekerja sesuai hukum tersebut demi tujuan akhirnya yang mulia. Sabda Imam Ja’far Shadiq as menguatkan hal ini :
Allah tidak mengizinkan segala sesuatu terjadi kecuali melalui sebab-sebabnya; maka Dia menetapkan sebuah sebab untuk setiap hal. (Allamah Majlisi, Bihar al-Anwar, jil.2, hal.90).
Berusaha Memasukkan Kebahagiaan kepada Mereka yang Telah Wafat
Selanjutnya, setiap pemohon doa yang telah mengerti hukum sebab-akibat pasti akan mencari tahu sebab-sebab “tertanamnya kebahagiaan sejati pada ruh-ruh para penghuni kubur”, selain doa untuk para penghuni kubur tersebut. Riwayat-riwayat suci dalam agama kita (yang sebenarnya merupakan perluasan dari kitab suci) menjelaskan tentang bagaimana cara membahagiakan orang yang telah meninggal dunia. Berikut ini riwayat-riwayat yang patut direnungkan:
Imam Ja’far Shadiq as ditanya, ”Mungkinkah mendoakan orang yang telah mati?” Beliau menjawab, ”Ya,” dan beliau menambahkan, “Sungguh, orang yang telah meninggal bersuka ria apabila ia dikasihani dan ampunan dicarikan untuknya, sebagaimana orang yang menerima hadiah ketika hidup.” (Mulla Faidh Kasyani, Al-Mahajjat al-Baydha’, jil.8, hal.292).
Rasulullah saw pernah melintas di dekat makam seseorang yang baru kemarin dimakamkan. Beliau melihat keluarga orang itu tengah meratapi kematiannya. Melihat hal ini, Baginda saw bersabda, “Salat dua rakaat yang kalian anggap tidak berarti apa-apa jauh lebih disukai oleh penghuni kubur ini daripada seluruh dunia kalian.”(Tanbih al-Khawatir, hal.453)
Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Sesungguhnya hadiah (dari orang yang hidup) untuk orang yang telah meninggal adalah doa dan istigfar (memintakan ampunan untuk dosa-dosa orang yang telah mati tersebut).” (Mulla Faidh Kasyani, Al-Mahajjat al-Baydha’, jil.8, hal.291).
Imam Ali Ridha as diriwayatkan pernah berkata, “Barangsiapa dari hamba-hamba Tuhan yang berziarah ke makam orang yang beriman dan mengucapkan Inna anzalnahu fi laylati’l qadr (yakni membaca surah al-Qadr) sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mengampuninya dan juga penghuni kubur itu (yang diziarahi).” (Sayid Yusuf Ibrahimiyan Amuli, Armaghan_e Asman, hal.541 & Syekh Saduq, Man La Yahdhuruh al-Faqih, jil.1, hal.181)
Rasulullah saw diriwayatkan pernah bersabda, “Barangsiapa melewati kuburan dan mengucapkan Qul Huwallahu Ahad (yakni, surah al-Ikhlas) sebanyak sebelas kali dan memberikan pahalanya kepada orang yang telah mati, maka ia akan diberi pahala yang setara dengan jumlah orang yang mati itu.”(Haji Mirza Husain Nuri Thabrasi, Mustadrak al-Wasa’il, jil.2, hal.483)
Imam Ja’far Shadiq as diriwayatkan pernah berkata, “Salat, puasa, haji, sedekah, perbuatan baik dan doa sampai kepada orang yang meninggal di kuburannya dan pahalanya dituliskan untuk orang yang menunaikannya dan orang yang telah meninggal itu.” (Syekh Muhammad bin Hasan Hurr Amili, Wasa’il asy-Syi’ah ila Tahsili Masa’il asy-Syari’at, jil.8, hal.279)
Imam Ja’far Shadiq as diriwayatkan pernah bersabda, “Barangsiapa di antara orang-orang Muslim yang melakukan perbuatan baik untuk orang yang telah meninggal dunia, maka Allah memberinya pahala yang berlipat ganda dan Allah menjadikan orang yang meninggal itu juga mendapatkan manfaat yang sama.”[Syekh Muhammad bin Hasan Hurr Amili, Wasa’il asy-Syi’ah ila Tahsili Masa’il asy-Syari’at, jil.8, hal.279]
Oleh karena itu, apabila kita hendak berdoa untuk orang yang telah meninggal dunia supaya diberi kebahagiaan di alam barzakh, maka kita harus berusaha keras untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat memberikan kebahagiaan bagi orang yang telah meninggal itu dan berdoa dengan rendah hati kepada Allah Yang Mahakuasa supaya menerima segala amal perbuatan kita tadi.
Almarhum Ayatullah Syahabuddin Mar’asyi dalam wasiat terakhirnya (Ayatullah Uzhma Mar’asyi Najafi, Wasiyyatname_ye Ayatullah al-‘Uzhma Mar’ashi). memberikan nasihat yang membakar semangat kepada putra beliau. Salah satu nasihatnya adalah:
“Aku menasihatinya (putraku) supaya membaca Kitab Suci al-Quran dan smengirimkan pahalanya kepada ruh-ruh para pengikut Ahlulbait Rasulullah saw yang tidak punya keturunan.”
Karena itulah, di bulan suci yang penuh kasih ini, janganlah kita melupakan para penghuni kubur, termasuk orang-orang yang tidak kita kenal. Marilah kita juga berdoa untuk para penghuni kubur yang kufur (tidak beriman), yang secara lahiriahnya tidak beriman namun sesungguhnya mengakui keesaan Allah dan menjadi Muslim menjelang kematian mereka.
Dalam Chehl Hadith (Empat Puluh Hadis), Almarhum Imam Khomeini (semoga Allah memuliakan ruh beliau) menyampaikan pemikiran dari guru beliau, yakni Ayatullah Syahabadi, dalam pembahasan irfan. Imam Khomeini berkata:
“Syekh kita, seorang arif sempurna (yakni Ayatullah Syahabadi)—semoga jiwaku menjadi tebusannya—biasa mengatakan, ’Jangan pernah memohonkan laknat atas siapa pun, meskipun dia adalah seorang yang kafir karena kamu tidak tahu bagaimana dia membuat tempat transitnya (alam kubur) dari dunia ini menuju (kehidupan) selanjutnya, kecuali jika seorang wali (orang suci) memberitahumu tentang keadaannya setelah kematian. Karena, boleh jadi dia telah meraih keimanan sebelum tiba saat kematian. Karena itu, biarlah laknatmu menjadi suatu gambaran umum (tidak khusus ditujukan pada seseorang).’”(Imam Khomeini, Chehl Hadith, riwayat 28).
Imam Khomeini juga berkata di tempat lain : “Guru besar kita, seorang arif sempurna, Syah Abadi, biasa berkata, ’Jangan meremehkan sekalipun seorang yang kafir di hatimu. Mungkin saja hidayah ketuhanan dari fitrahnya telah membimbingnya pada keimanan sedangkan makian dan penghinaanmu boleh jadi justru membawamu menuju kehidupan yang menyedihkan di akhirat. Tentu saja, tindakan amar makruf nahi mungkar (melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran) adalah sesuatu yang berbeda dengan perasaan jijik dalam hati.’ Bahkan beliau ingin menyampaikan, ’Jangan pernah melaknat orang-orang yang tidak beriman karena tidak diketahui apakah mereka meninggalkan dunia ini dalam keadaan tidak beriman. Jika mereka meninggalkan dunia ini sebagai hamba-hamba Tuhan di jalan yang benar, maka perbaikan spiritual mereka boleh jadi menjadi penghalang bagi kemajuan spiritualmu sendiri.’”
Dengan demikian, apabila kita sedang berdoa, seyogianya kita memantapkan diri untuk melakukan perbuatan baik demi umat Muslim yang telah meninggal dunia dan mendoakan kebahagiaan mereka di alam kubur.
Alfatiha ma’a Shalawat…

Selasa, 18 April 2017

Perangkap nyamuk

Ayo ajak warga bikin & pasang larvitrap ini.. Biar jadi keluarga yg bebas dari demam berdarah..

*Cara Menangkap Nyamuk Dalam Botol Secara Alami Tanpa Racun*

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan.

Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba.

Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll.

Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di sekolah dan di rumah masing-masing.

*Yang dibutuhkan :*

– 200 ml air

– 50 gram gula merah

– 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar)

– botol plastik 1,5 liter

*Langkah-langkah pembuatan*

🔹1. Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas /mulut botol.

🔹2. Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.

🔹3. Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk.  Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.

🔹4. Pasang / masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.

🔹5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah Anda.

Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol.

Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak nyamuk, kita dapat
menggunakan metode sangat berguna ini di sekolah-sekolah, TK, rumah sakit dan rumah tinggal.

Selengkapnya silahkan buka link di bawah ini ...👇

Ayo kita bersihkan Nyamuk di rumah kita masing-masing dengan cara sederhana tapi hasilnya aduhai !

Kurangilah Resiko Demam Berdarah, Zika, Malaria dan lainnya !

https://bas28.wordpress.com/2011/11/20/cara-menangkap-nyamuk-dalam-botol-secara-alami-tanpa-racun/

_Share pada semua teman-teman di lingkungan Rumah anda masing-masing._

_Semoga berhasil & kita hidup Sehat !_

Doa dikabulkan Hajat

Doa dari Quran, Mengabulkan Semua Hajat

Dikutip dari buku : "Dzikir Qur'ani"



Diriwayatkan dari Imam Ali Ridho a.s. : “Barang siapa yang membaca doa dibawah ini setelah  shubuh maka bila ia memohon hajatnya kepada Allah akan dimudahkan dan Allah akan mencukupkan apa saja dari keinginannya”. (Mafatihul Jinan : 49)
بِسْمِ اللهِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، وَأُفَوِّضُ أَمْرِيْ إِلَى اللهِ إِنَّ اللهَ بَصِيْرٌبِالْعِبَادِ فَوَقَاهُ اللهُ سَيِّئَاتِ مَامَكَرُوْا، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ، حَسْبُنَااللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، فَانْقَلَبُوْا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوْءً، مَاشَاءَ اللهُ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ مَاشَاءَ الله لاَمَاشَاءَ النَّاسِ، مَاشَاءَ اللهُ وَإِنْ كَرِهَ النَّاسُ حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوْبِيْنَ، حَسْبِيَ الْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوْقِيْنَ، حَسْبِيَ الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوْقِيْنَ، حَسْبِيَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ، حَسْبِيْ مَنْ هُوَحَسْبِي، حَسْبِي مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي، حَسْبِيَ مَنْ كاَنَ مُذْ كُنْتُ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي، حَسْبِيَ اللهُ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.

Bismillâh washallallâhu ‘alâ muhammadin wa-âlihi, waufawwidhu amrî illallâh, innallâha ba-shîrum bil’ibâd, fawaqôhullâhu sayyi-âti mâ makarû, lâ ilâha illâ anta subhânaka innî kuntu minazh-zhôlimîn, fastajabnâ lahu wanaj-jaynâhu minal ghommi wakadzâlika nunjil mu’minîn, hasbunallâhu wani’mal wakîl, fanqolabû bini’ma tim minallâhi wafadhlin lam yamsas-hum sû-an mâsyâ allâh lâ haula walâ quwwata illâ billâh, mâsyâ allâh lâ mâsyâ-annâs, mâsyâ-allâh wa- in karihan-nâsu hasbiyar-robbu minal marbûbîn, hasbiyal khôliqu minalmakhlûqîn, hasbiyar-rôziqu minal marzûqîn, hasbiyallâhu robbul ‘âlamîn, hasbî man huwa hasbî, hasbî man lam yazal hasbî, hasbî man kâna mudzkuntu lam yazal hasbî, hasbiyallâhu lâ ilâha illâ huwa ‘alayhi tawakkaltu wahuwa robbul ‘arsyil ‘azhîm

Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya". Maka Allah memeliharanya dari keja-hatan tipu daya mereka,: "Bahwa tak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kem-bali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, apa yang menjadi kehendak Allah itu tiada kekuatan ke-cuali daya dan kekuatan Allah, sesuatu yang men-jadi kehendak Allah bukan menjadi kehendak ma-nusia, sesuatu yang menjadi kehendak Allah sekali-pun manusia tidak menyenanginya cukuplah Allah sebagai Robku daripada makhluk-makhluk yang dipertuhankan, cukuplah Allah bagiku sebagai Penciptaku daripada makhluk-makhluk yang dicip-takan, cukuplah Allah bagiku sebagai Pemberi Rezekiku daripada makhluk-makhluk yang diberi rezeki, cukuplah Allah bagiku sebagai Pemelihara alam semesta, cukuplah untukku dari apa yang dicukupkan oleh Yang Mencukupiku, Cukuplah bagi diriku bagi Dzat yang senantiasa mencukupi aku, Cukuplah Allah bagiku tiada tuhan kecuali Dia Dzat yang kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Pemilik Arsy Yang Agung.

Doa tersebut dijelaskan dalam hadis Imam Ar-Ridho mengandung 4 doa mustajab dariAl-Qur’an :

1. Untuk ketakutan

Hasbunallâhu wani’mal wakîl. Q.S. 3:173.  

2. Untuk kesumpekan/kesedihan

Lâ ilâha illâ anta subhânaka innî
kuntu minazh-zhôlimîn Q.S. 21: 87.                                          

3. Untuk melindungi diri

Wa ufawwidu amrî ilallâ innallâha bashîrum bil ‘ibâd.  Q.S. 40:44.                                                    

4. Untuk yang menginginkan dunia

Mâ syâ Allahu lâ quwwata illâ billâh Q.S. 18:39.  ( “Manlâ Yahdhuruhul Faqîh”,  4 :393).

Minggu, 16 April 2017

Ziarah Kubur Muslim

*Amalan Ziarah Kubur Muslimin*

*Saat Imam Shadiq as ditanya bagaimana cara kita menyampaikan salam kepada Ahli Kubur? Beliau menjawab:*

السَّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّیَارِ
(Salam atas penghuni rumah-rumah ini))

مِنَ الْمُؤْمِنِینَ وَ الْمُسْلِمِینَ
(dari mukminin dan muslimin))

أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ
(kalian telah mendahului kami))

وَ نَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِکُمْ لاحِقُونَ
(dan insya Allah kami menyusul kalian))

*Diriwayatkan dari Imam Husain as untuk membaca doa ini saat ziarah kubur:*

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الْأَرْوَاحِ الْفَانِیَهِ
(Ya Allah Tuhan ruh-ruh yang fana ini))

وَ الْأَجْسَادِ الْبَالِیَهِ
(dan jasad-jasad yang rapuh))

وَ الْعِظَامِ النَّخِرَهِ
(tulang-tulang yang lebur))

الَّتِی خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْیَا
(yang telah keluar dari dunia))

وَ هِیَ بِکَ مُؤْمِنَهٌ
(dan ia mengimani-Mu))

أَدْخِلْ عَلَیْهِمْ رَوْحا مِنْکَ
(hembuskan angina rahmat-Mu padanya))

وَ سَلاما مِنِّی
(dan sampaikan salamku))

*Dianjurkan oleh Imam Ali as untuk membaca doa di bawah ini dalam ziarah kubur:*

السَّلامُ عَلَى أَهْلِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(Salam atas ahli la ilaha ilallah))

مِنْ أَهْلِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(dari ahli la ilaha ilallah))

یَا أَهْلَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(wahai la ilaha ilallah))

بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(demi hak la ilaha ilallah))

کَیْفَ وَجَدْتُمْ قَوْلَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(bagaimana kalian mendapatkan perkataan la ilaha ilallah))

مِنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(dari la ilaha ilallah))

یَا لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(wahai la ilaha ilallah))

بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(demi hak la ilaha ilallah))

اغْفِرْ لِمَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(ampunilah yang mengucap la ilaha ilallah))

وَ احْشُرْنَا فِی زُمْرَهِ مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
(dan bangkitkan kami di barisan orang yang mengucap la ilaha ilallah))

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
(Muhammad utusan Allah))

عَلِیٌّ وَلِیُّ اللَّهِ
(Ali wali Allah))

*Sayid Ibnu Thawus dalam Misbah Al-Zair berkata: Jika engkau ingin menziarahi kubur mukmin, maka hendaknya dilakukan di hari Kamis, atau jika tidak maka hari apa saja. Dengan menghadap kiblat letakkan tanganmu di atas kubur dan ucapkan doa ini:*

اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ
((Ya Allah kasihani kesepiannya))

وَ صِلْ وَحْدَتَهُ
((obati kesendiriannya))

وَ آنِسْ وَحْشَتَهُ
((tenangkan ketakutannya))

وَ آمِنْ رَوْعَتَهُ
((berilah rasa aman))

وَ أَسْکِنْ إِلَیْهِ مِنْ رَحْمَتِکَ
((tempatkan dia dalam rahmat-Mu))

رَحْمَهً یَسْتَغْنِی بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاکَ
((rahmat yang membuatnya tidak membutuhkan selain rahmat-Mu))

وَ أَلْحِقْهُ بِمَنْ کَانَ یَتَوَلاهُ
((gabungkan ia dengan orang yang dicintainya))

*Setelah itu bacalah surah Al-Qadr sebanyak 7 kali. Begitu juga bacalah surah Al-Fathihah, surah Al-Falaq, surah An-Naas, surah Tauhid dan Ayat Kursi sebanyak 3 kali.*

*Diriwayatkan juga dari Imam Shadiq as sebuah doa untuk ahli kubur:*

اللَّهُمَّ جَافِ الْأَرْضَ عَنْ جُنُوبِهِمْ
((Ya Allah ringankan himpitan kuburnya))

وَ صَاعِدْ إِلَیْکَ أَرْوَاحَهُمْ
((angkat arwahnya kepada-Mu))

وَ لَقِّهِمْ مِنْکَ رِضْوَانا
((ridhailah ia))

وَ أَسْکِنْ إِلَیْهِمْ مِنْ رَحْمَتِکَ
((tempatkan ia pada rahma-Mu))

مَا تَصِلُ بِهِ وَحْدَتَهُمْ
((sehingga rasa kesepiannya terobati))

وَ تُونِسُ بِهِ وَحْشَتَهُمْ
((rasa takutnya reda))

إِنَّکَ عَلَى کُلِّ شَیْ‏ءٍ قَدِیرٌ
((sungguh Engkau Maha Mampu))

Ziarah Kubur Orang Tua

ZIARAHI KUBUR ORANG TUAMU

Syaikh Al-Qummi dalam kitab Mafatih Al-Jinan, menjelaskan; Sebagian sehabat nabi saw meriwayatkan:

قال رسول الله (ص) اهدوا لموتاكم. فقلنا يا رسول الله، وما نهديه الاموات؟ قال الصدقة والدعاء.......( مفاتيح الجنان باب زيارة قبور المؤمنين)
Rasulullah Saww bersabda: "Berilah hadiah orang-orang yang telah meninggal di antara kamu". Kami bertanya: Wahai Rasulullah.. hadiah apakah yang bisa kami berikan kepada orang-orang yang telah meninggal? Beliau saw menjawab: "Sedekah dan doa....."

Lalu Rasulullah Saww melanjutkan bicaranya: "Sesungguhnya ruh orang-orang mukmin setiap jumat datang ke  bumi mengunjungi rumah mereka masing-masing. Dengan suara sedih dan menangis, mereka mengetuk pintu sambil memanggil-manggil:  Wahai keluargaku... wahai anakku....wahai ayahku....wahai ibuku... wahai kerabat-kerabat dekatku.... kasihanilah aku dengan sesuatu yang pernah kami miliki di dunia.. semoga Allah merahmati kalian. Kini aku menjalani siksaan dan hisab karenya, sementara orang lain yang mengambil manfaatnya.."

Masing-masing berteriak memanggil kerabat2nya;...belas kasihanilah kami dengan sekeping dirham atau secuil roti atau sehelai pakaian, semoga Allah memakaikan pakaian surga untuk kalian..."

Kemudian Nabi Saww menangis tersedu-sedu dan kamipun menangis bersamanya. Karena tangisannya, beliau saw tak mampu berbicara.

Tak lama kemudian Nabi Saww melanjutkan; "Mereka itu adalah saudara-saudara seagama kalian. Kini tubuh mereka menjadi tanah dan debu, setelah sebelumnya senang dan bahagia. Mereka kini menjerit sedih meratapi diri sendiri:..ooh andai saja kami belanjakan apa yang kami miliki di dunia untuk taat kepada Allah dan meraih rido-Nya, niscaya kami tidak akan perlu belas kasih kalian....

Sambil kembali ke alam kubur, dengan penuh sesal dan sedih, mereka berseru kepada kerabat-kerabatnya:...segera  keluarkanlah sedekah kalian untuk (kami) orang-orang yang telah meninggal...."

Dalam riwayat lain, Nabi saw bersabda: "Apa pun sedekah yang kamu keluarkan untuk seorang mayat, maka (pahala) sedekah tersebut akan diambil  malaikat dan ditaruh dalam panci yang terbuat dari cahaya yang sinarnya memancar hingga menerangi tujuh langit. Kemudian malaikat itu berdiri mendekati liang kubur sambil berseru: "Salam bahagia atas kalian wahai para ahli kubur, keluargamu telah mengirimkan hadiah ini untuk kalian". Lalu hadiah tersebut diambil dan dibawa ke dalam kubur yang kemudian memperluas tempat pembaringannya.

Kemudian Nabi Saww berkata: "Ingatlah, barang siapa mengasihani orang yang telah mati dengan bersedekah, maka dia akan mendapat pahala sebesar gunung uhud di sisi Allah, dan di hari kiamat kelak akan berada dalam naungan Arsy-Nya di hari di mana tiada tempat bernaung selain di bawah Arsy...".

Hidupmu adalah bagian tak terpisahkan dari ayahmu, ibumu, saudaramu, kakek dan nenekmu yang telah duluan meninggalkan dunia fana ini.

Mungkin saja tidak meninggalkan harta warisan untukmu, tapi setidaknya keberadaanmu dan hidupmu hingga manjadi dirimu sekarang ini adalah berkat mereka dan susah payah mereka. Darah dagingmu adalah bagian dari darah daging mereka. Lalu akankah kamu lupakan mereka begitu saja..? Mampukah kamu melupakan nama ayah dan ibumu yang pernah membelaimu dengan kasih sayangnya?

Apakah kamu anggap ziarah kubur musyrik.?

Jika ziarah kubur itu musyrik, maka nabi saw adalah orang pertama yang mempraktikkan kemusyrikan. Tidakkah kamu tahu bahwa nabi menziarahi kubur ibunya dan menangis di pusaranya? Tidakkah Fatimah Zahra putri nabi saw menziarahi
kubur ayahnya?Tidakkah para sahabat juga melakukan yang serupa?

ziarahilah kubur ayah dan ibumu... Kini mereka manangis sedih dalam kuburnya, menanti belas kasihmu..

Khasiat Daun Kari/Salam Koja


Tumbuhan renek ini berasal dari keluarga Rutaceae dan dari spesies Murraya koeniggi, mengeluarkan daun-daun kecil berwarna hijau. Daun kari ini biasanya bermanfaat dan berkhasiat menambah bau harum masakan dan masyarakat India banyak mengkonsumsi daun kari ini.

Pokok kari juga dikenali sebagai 'kariveppilai' dalam bahasa Tamil, juga dikenali sebagai karipulei, kari-kari, veppu-neem dan daun ilai. Dalam bahasa Kannada, ia dipanggil ‘neem hitam’, kerana daunnya mirip dengan pohon neem yang pahit, walaupun tidak ada hubungan dengan pokok neem. Pokok kari tidak ada hubungan dengan daun salam (bay leaf) dan daun kemangi (basil leaf) yaitu daun yang beraromatik dari Mediterania.

Di Indonesia, daun kari lebih dikenal dengan nama daun salam koja dan temuru serta acapkali dipergunakan pada masakan-masakan khas daerah Sumatera terutama Aceh. Masakan kari dari Aceh yang menggunakan daun ini sebagai salah satu rempahnya, konon kabarnya memiliki rasa yang lebih sedap dan unik. Selain untuk tambahan bumbu di masakan kari, laksa dan gulai, masakan ayam tangkap Aceh juga menggunakan daun kari sebagai salah satu rempah wajibnya. Ayam tangkap atau ayam sampah merupakan makanan berupa ayam goreng yang di taburi dengan aneka daun rempah yang digoreng kering, daun rempah yang digunakan salah satunya adalah salam koja. Daun-daun rempah yang digoreng garing ini bisa langsung dimakan beserta si ayam. 


Sebenarnya ada satu lagi jenis tanaman yang juga mendapat julukan tanaman kari karena aroma daunnya yang tajam. Jika Murraya koenigii banyak dipergunakan di masakan India maka Helichrysum italicum adalah jenis tanaman berjuluk tanaman kari lainnya yang banyak tumbuh di negara-negara Mediterania. Kedua jenis tanaman ini walaupun sama-sama menyandang nama tanaman kari (curry plant), namun memiliki tampilan yang sangat berbeda karena berasal dari keluarga dan genus yang berbeda. 

Daun kari di Mediterania termasuk ke dalam keluarga aster/daisy (Asteraceae), merupakan tumbuhan semak dengan tinggi hanya mencapai maksimal + 60 cm. Bunganya yang cantik umum digunakan sebagai karangan bunga kering karena warnanya yang tetap bertahan meskipun dalam kondisi telah kering. Bunga tanaman ini menghasilkan minyak atsiri yang dipergunakan sebagai bahan obat-obatan karena mempunyai fungsi anti-inflammatory (anti radang), pembunuh bakteri, dan pendingin kulit. Selain itu minyaknya juga dimanfaatkan di industri parfum sebagai salah satu bahan campuran. Helichrysum italicum sama sekali tidak ada hubungannya dengan rempah-rempah kari yang dipergunakan di kuliner India dan juga dengan pohon kari (Murraya koenigii).

Bunga Pokok Daun Kari

Bunganya kecil berwarna putih kekuningan dan mempunyai aroma yang sangat harum. Buahnya kecil, sebesar terung pipit, berwarna hijau ketika muda dan bertukar ke ungu berkilau setelah matang. Buahnya boleh dimakan, tetapi biji benihnya dikatakan beracun. Agaknya, sebab itulah buahnya yang ranum ini tidak diganggu serangga atau burung... 

Pokok kari berkembang biak melalui biji benih, keratan batang dan anak yang tumbuh dari akarnya. Selain ditanam di halaman rumah karena daunnya ia juga ditanam sebagai tanaman hias.

Hasil penelitian menunjukkan di dalam daun kari terkandung:

* 66.3% pelembab
* 6.1% protein
*1.0% lemak
*16.0% karbohidrat
*6.4% fiber

Daun kari juga mengandungi mineral dan vitamin seperti kalsium, fosforus, zat besi, asid nikotinik dan vitamin C. Ia juga mengandungi volatile oil dan sejenis glukosid yang disebut koenigiin.

Daun kari mempunyai khasiat herbal yang tinggi dan sangat banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda di India. Daun kari mempunyai nilai sebagai antioksidan, anti-diabetes, antimikrob, anti-inflamasi, Hepatoprotektor, anti-hiperkolesterolemia dan lain-lain lagi. Daun kari juga dikatakan baik untuk merawat rambut yang panjang dan sehat. Selain dari itu daun kari juga dapat mencegah uban. Kulit pokok, daun dan akar pokok daun kari digunakan sebagai tonik. Pucuk daun muda biasa dijadikan lalapan.


Meredakan mencret dan ambeien

obat yang baik untuk diare. Alkaloid dalam daun karbazol hijau tersebut mengandung anti-bakteri dan anti-inflamasi. Kamu juga dapat mengkonsumsi ekstrak daun salam dalam bentuk bubuk untuk mengobati masalah diare. Ia juga boleh digunakan sebagai laksatif (julap) lemah untuk mengatasi masalah sembelit. Jus daun kari yang dicampur dengan madu juga dapat menjadi penawar kepada cirit birit dan wasir.

Mengatasi anemia
Manfaat daun salam koja yang pertama adalah kemampuannya dalam membantu mengobati penyakit anemia. Anemia bukan hanya kekurangan zat besi dalam tubuh Anda, tetapi juga ketidakmampuan untuk menyerap dan menggunakan zat besi secara efisien. Selain kaya akan zat besi, daun salam koja juga banyak mengandung asam folat. Asam folat inilah memainkan peran penting. Makan dua lembar daun kari sehari dapat memberikan pertolongan pada pasien anemia.

Minimalkan efek samping dari kemoterapi
Kemoterapi dan radioterapi telah menjadi mekanisme pengobatan yang tak terelakkan untuk kanker yang dapat menimbulkan efek lain. Namun, efek sampingnya bisa diminimalisir dengan konsumsi daun salam koja. Daun ini dapat melindungi tubuh Anda dari efek buruk dari perawatan ini. Asupan salam koja melindungi kromosom dan sumsum tulang serta mencegah produksi radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan lebih kanjut pada tubuh.

Menyembuhkan infeksi kulit
Daun kari memiliki anti-oksidan, anti-bakteri dan anti-inflamasi. Oleh karena itu, manfaat daun salam koja juga dapat digunakan sebagai obat yang bagus untuk infeksi dan jamur pada kulit termasuk jerawat dan permasalahan pada kuku.

Atasi masalah loya dan pening
Jus daunnya yang segar dicampur dengan jus limau nipis digunakan untuk mengatasi masalah loya dan pening terutamanya akibat makan lemak yang berlebihan. Caranya dengan mencampurkan satu sudu teh jus daun kari dan satu sudu teh jus limau nipis. Daun kari juga berkesan dalam mengatasi masalah haid dan penyakit gonorea (gonorrhea), menghilangkan rasa loya dan pening-pening lalat bagi wanita mengandung.

Khasiat Daun Kari dalam pengobatan
Dari segi manfaat dan khasiat daun kari sangat penting dalam mengatasi masalah-masalah haid dan gonorhea, menghilangkan rasa pegal dan pusing bagi wanita yang mengandung dan menyembuhkan penyakit mencret dan penyakit berak berdarah. Selain itu manfaat dan khasiat daun kari juga baik untuk melancarkan peredaran darah. 

Untuk kesehatan mata
Daun kari banyak mengandung vitamin A. Vitamin ini mengandung karotenoid yang melindungi kornea. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan pada mata termasuk rabun senja, kehilangan penglihatan dan formasi awan.

Menurunkan kolesterol LDL
Studi menunjukkan bahwa daun kari yang dikemas dengan antioksidan dan karenanya mencegah oksidasi kolesterol. Hal ini berarti pembentukan LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh dapat diminimalkan untuk sebagian besar. Sebaliknya, daun kari membantu meningkatkan produksi kolesterol baik hdl untuk mencegah aterosklerosis dan penyakit jantung.

Melindungi organ hati
Kebiasaan minum produk berenergi, minuman bersoda, minuman alkohol, dan minuman kemasan lainnya dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Daun kari dapat melindungi kamu dari ancaman kerusakan tersebut. Salam koja mengandung kaempferol, Vitamin A dan C yang mana nutrisi ini membantu merangsang hati untuk berfungsi dengan lancar.

Memperkuat rambut
Berbagai masalah pada rambut seperti penipisan, beruban dan kerusakan rambut lainnya menjadi masalah yang sering dihadapi baik pria maupun wanita pada saat ini. Daun salam koja siap memberikan pertolongan yang bahkan kemampuannya juga dapat mengusir ketombe. Kamu dapat mengkonsumsi daun salam atau juga menerapkannya pada kulit kepala untuk memperkuat poros rambut.

Bagus untuk sistem pencernaan
Sudah sejak zaman dahulu manfaat daun salam koja dikenal untuk memperlancar pencernaan. Daun ini membantu dalam penyerapan yang tepat pada lemak dan dengan demikian juga membantu menurunkan berat badan pada orang yang obesitas.


Khasiat daun Kari sebagai obat penyakit diabetes
  • Jika keluarga anda mempunyai masalah turun menurun penyakit diabetes coba memakan pucuk daun kari selama 3 bulan tanpa memasak atau merebusnya, buat sebagai lalapan.
  • Air rebusan kulit batangnya yang kering dapat juga digunakan untuk mengobati diabetes. 

Khasiat Daun Kari untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh:
  • Minum air rebusan daun, akar, kulit kayu, batang dan bunga kari. Ia akan melegakan segala gangguan dalam perut.
  • Makan daun kari secara mentah untuk mengatasi mencret.
  • Buat teh dari daun kari yang kering dan minum airnya. Khasiatnya dapat menambah selera makan dan mengurangkan muntah-muntah.
  • Jika terkena gigitan ular, minumlah campuran daun kari yang telah diaduk dengan kunyit mentah dan garam.Ini adalah langkah awal sementara sebelum penderita dibawa ke rumah sakit.
  • Untuk kanak-kanak yang sakit perut,minumlah campuran jus daun kari.
  • Campurkan satu sendok makan minyak kelapa dengan segenggam daun kari.Masak sehingga hangus.Setelah dingin gunakan ia sebagai tonik rambut untuk menghitamkan rambut dan mencegah uban.
  • Untuk menghilangkan loyo bagi wanita mengandung,campurkan campuran jus daun kari dan dua sudu teh jus limau nipis serta sesendok teh gula.
  • Untuk menghilangkan sembelit,rendamkan daun kari dengan air panas.Kemudian campurkan dengan madu sebelum diminum. 

Info Tambahan Khasiat Daun Kari:

1. Daun Kari Bagus untuk menghitamkan rambut.
2. Perawatan untuk bengkak di tubuh badan.
3. Khasiat Daun Kari Baik untuk mencegah kencing manis.
4. Khasiat Daun Kari dapat Mengurangkan kolestrol dalam badan.
5. Mengatasi masalah bagi wanita mengandung.
6. Daun kari boleh digunakan untuk menjauhkan lalat.

Resep dari India:

Untuk mendapatkan/menambah keturunan, konsumsi daun kari setiap hari berikut dengan pucuknya untuk lalapan atau daun yang sudah tua dicampurkan kedalam gulai kari. 

Lebih enak bila dimakan mentah seperti anda makan salad atau lalapan dimana kari akan tercerna dalam abdomen secara perlahan. Daun Kari tidak perlu direbus dikhawatirkan akan menghilangkan kandungan enzim dan menjadi tidak berkasiat.

Buahnya yang dimasak dengan minyak kelapa hingga kehitaman boleh dihancurkan dan digunakan untuk mengobati gigitan serangga dan hewan berbisa. Daunnya yang dilumatkan dan digunakan untuk merawat lebam dan bengkak dengan cara menampalnya pada bagian yang sakit itu.

Sabtu, 15 April 2017

Sedikit ada rasa cinta kpd Ahlul Bayt

BUKANKAH DIA TELAH BERANI MENGHINA KEHORMATANMU ?

Satu hari Ayatullah Bahjat bercerita tentang kebaikan dan kelapangan hati para Imam, “Di irak terdapat sebuah desa kecil yang terletak di dekat pertemuan sungai Tigris dan sungai Eufrat. Desa itu bernama al Musayyab. Seorang pengikut ahlul bait selalu melewati desa ini bilamana dia hendak pergi berziarah ke makam Imam Ali. Kebetulan seorang sunni tinggal di desa ini. Pengikut sunni ini selalu mengolok-olok si pengikut ahlul bait tiap mereka bertemu. Bahkan dia pernah menghina kehormatan Imam hingga membuat laki-laki pengikut ahlul bait tersebut menjadi marah dan mengeluhkan perkara ini kepada Amirul Mukminin dalam salah satu ziarahnya.
.
Malam harinya  dalam mimpi dia bertemu Imam Ali as. lalu melaporkan hal tersebut kepada Imam. Imam berkata, “Dia (lelaki sunni yang mengolok-olok itu) telah berbuat kebaikan pada kami dan karena itu kami tidak dapat menghukumnya di dunia ini atas perbuatannya.” Pengikut ahlul bait tersebut bertanya, “Kebaikan apa yang dia perbuat?” Bukankah dia telah berani menghina kehormatanmu?” Imam Ali as. menjawab, “Suatu hari ketika laki-laki itu tengah duduk di dekat pertemuan sungai Tigris dan sungai Eufrat dia memandangi sungai Eufrat lalu teringat pada kisah Karbala dan tentang rasa haus yang dialami Imam Husein as. dan dia bergumam dalam hati, ‘Umar bin Saad keliru ketika membunuh Imam Husein dan para pengikutnya ketika mereka dalam kondisi kehausan. Seharusnya mereka diberi minum dulu baru dibunuh.’ Setetes air mata terbit dari sudut mata laki-laki sunni itu karena merasa kasihan pada Imam Husein as. Oleh karena itulah kami tidak bisa menghukumnya di dunia ini.”
.
Laki-laki pengikut ahlul bait itu terbangun lalu dalam perjalanan pulang dia bertemu dengan laki-laki sunni yang selalu mengolok-oloknya. Laki-laki yang mengolok-oloknya itu bertanya dengan nada merendahkan, “Apakah kamu sudah menemui Imammu dan menyampaikan perkataanku padanya?” Pengikut ahlul bait tersebut menjawab, “Ya, aku sudah menyampaikan perkataanmu pada beliau dan aku membawa pesan beliau untukmu.” Pengolok itu tertawa lalu berkata, “Apa isi pesannya?” Kemudian laki-laki pengikut ahlul bait tersebut menceritakan pengalamannya berbicara dengan Imam Ali dari awal sampai akhir. Laki-laki sunni itu seketika menunduk dan berpikir keras, “Oh Tuhan! Tidak ada seorang pun saat itu yang berada di dekatku. Dan aku tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. Lalu bagaimana Imam bisa sampai mengetahui kejadian itu?” Laki-laki sunni itu kemudian berkata, “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, Muhammad rasul-Nya, dan Ali sang amirul mukminin, adalah waliyullah dan wahshi rasul-Nya…”

Uswat Al-Aarifeen: A Look at the Life of Ayatullah Bahjat

Ayat-ayat Tahlil

Keutamaan Ayat-ayat Kesuksesan (ayat2tahlil) dikutip dari Buku Dzikir Qur'ani.

في بحار الأنوار [32]: عن كتاب العتيق الغروي‏ رُوِيَ عَنِ الْعَالِمِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ الصَّادِقِ عليه السلام قَالَ : قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ صَلَوَاتُ الله عَلَيْهِ  وَ عَلَى آلِهِ : عَلَّمَنِي حَبِيبِي رَسُولُ الله صلى الله عليه وآله وسلم ، دُعَاءً وَ لَا أَحْتَاجُ مَعَهُ إِلَى دَوَاءِ الْأَطِبَّاءِ .

 قِيلَ : وَ مَا هو يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ ؟ قَالَ عليه السلام : سَبْعٌ وَ ثَلَاثُونَ تَهْلِيلَةًمِنَ القرآن ، مِنْ أَرْبَعٍ وَ عِشْرِينَ سُورَةً ، مِنَ الْبَقَرَةِ إِلَى الْمُزَّمِّلِ ، مَا قَالَهَا مَكْرُوبٌ إِلَّا فَرَّجَ الله كَرْبَهُ ، وَ لَا مَدْيُونٌ إِلَّا قَضَى الله دَيْنَهُ ، وَ لَا غَائِبٌ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ غُرْبَتَهُ ، وَ لَا ذُو حَاجَةٍ إِلَّا قَضَى الله حَاجَتَهُ ، وَ لَا خَائِفٌ إِلَّا آمَنَ الله خَوْفَهُ .

وَ مَنْ قَرَأَهَا : فِي كُلِّ يَوْمٍ حِينَ يُصْبِحُ ، آمَنَ قَلْبَهُ مِنَ الشِّقَاقِ وَ النِّفَاقِ ، وَ دَفَعَ عَنْهُ سَبْعِينَ نَوْعاً مِنْ أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ ، أَهْوَنُهَا الْجُذَامُ وَ الْجُنُونُ وَ الْبَرَصُ ، وَ أَحْيَاهُ اللَّهُ : رَيَّاناً ، وَ أَمَاتَهُ رَيَّاناً ، وَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ رَيَّاناً .

وَ مَنْ قَالَهَا : وَ هو عَلَى سَفَرٍ لَمْ يَرَ فِي سَفَرِهِ إِلَّا خَيْراً .

وَ مَنْ قَرَأَهَ : كُلَّ لَيْلَةٍ حِينَ يَأْوِي إِلَى فِرَاشِهِ ، وَكَّلَ الله بِهِ سَبْعِينَ مَلَكاً يَحْفَظُونَهُ مِنْ إِبْلِيسَ وَ جُنُودِهِ حَتَّى يُصْبِحَ ، وَ كَانَ فِي نَهَارِهِ مِنَ الْمَحْفُوظِينَ وَ الْمَرْزُوقِينَ حَتَّى يُمْسِيَ .

وَ مَنْ كَتَبَهَا : وَ شَرِبَهَا بِمَاءِ الْمَطَرِ ، لَمْ يُصِبْهُ فِي بَدَنِهِ سُوءٌ وَ لَا خَصَاصَةٌ ، وَ لَا شَيْءٌ مِنْ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَ لَا نَفْثِهِمْ وَ لَا سِحْرِهِمْ وَ لَا كَيْدِهِمْ ، وَ لَمْ يَزَلْ مَحْفُوظاً مِنْ كُلِّ آفَةٍ ، مَدْفُوعاً عَنْهُ كُلُّ بَلِيَّةٍ فِي الدُّنْيَا ، مَرْزُوقاً بِأَوْسَعِ مَا يَكُونُ ، آمِناً مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَ جَبَّارٍ عَنِيدٍ ، وَ لَمْ يَخْرُجْ عَنْ دَارِ الدُّنْيَا حَتَّى يُرِيَهُ الله عَزَّ وَ جَلَّ فِي مَنَامِهِ مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ ، وَ هَذَا أَوَّلُهُ

 Diriwayatkan dari kitab „Al-Atiq Al-ghorwi‟, diriwayatkan dari seorang yag „alim dari Imam Ja‟far Shodiq meriwayatkan bahwa Amirul Mukmi-nin a.s berkata, “Rasulullah saw mengajariku sebuah doa yang membuatku tidak memerlukan tabib.” Seseorang bertanya,”Apa doa itu wahai Amirul Mukminin?” Beliau menjawab,” Yaitu 37 kalimat tahlil (bacaan lâ ilâha illallâh) dalam al-Qur‟an yang terdapat dalam 24 surat dari Al-Baqoroh hingga al-Muzammil.

1. Orang yang sedang susah membaca doa ini, Allah akan menghilangkan kesusahannya.

2. Orang yang berhutang membacanya, Allah akan melunasi hutangnya.

3. Seseorang yang terasing membacanya, Allah akan mengembalikannya ke tempat asalnya.

4. Orang yang memiliki kebutuhan membacanya, Allah akan memenuhinya.

5. Orang yang sedang ketakutan membacanya, Allah akan menghilangkan rasa takutnya.

6. Barangsiapa yang membacanya setiap pagi, hatinya akan terlindung dari kemunafikan.

7. Ia juga akan terhindar dari tujuh puluh jenis bencana dan yang paling ditakuti di antaranya adalah kusta, kegilaan, lepra.

8. Allah akan menjadikannya orang-orang yang beruntung, baik ketika masih hidup, setelah meninggal dunia maupun ketika masuk surga.

 9. Barangsiapa yang membacanya ketika bepergian, hanya kebaikan yang akan didapatinya.

10. Barangsiapa yang membacanya setiap malam ketika hendak tidur, ia akan dijaga oleh 70 malaikat dari godaan iblis dan tentaranya hingga ia bangun.

11. Barangsiapa yang membacanya pada siang harinya, ia terlindungi dan dilimpahi rezeki hingga sore hari.

12. Barangsiapa yang menuliskannya di kertas dan meminumnya dengan air hujan, badannya akan terlindungi dari keburukan, sihir dan godaan jin.

13.Ia akan terjaga dari semua bencana dunia, dilimpahi rezeki, terhindar dari setan.

14. Dan tidak akan mati sebelum Allah memper- lihatkan kedudukannya di surga dalam mim- pinya”. (Kitab As-Sa’ah wa ar Rizq dan Mustadrok Safinatul Bihar 10 : 548.)

Doa tersebut sebagai berikut :

مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ اثْنَتَانِ : { وَ إِلهُكُمْ إِلهٌ واحِدٌ لا إله إلا هو الرَّحْمنُ الرَّحِيمُ‏ }

{ اللَّهُ لا إله إلا هو  الحي القيوم  لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لا نَوْمٌ } .

 وَ مِنْ آلِ عِمْرَانَ خَمْسَةٌ : { الم اللَّهُ لا إله إلا هُوَ  الحي القيوم } { نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتابَ بِالْحَقِّ هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحامِ كَيْفَ يَشاءُ  لا إله إلا هو  لْعَزِيزُ الْحَكِيمُ } { شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ  لا إله إلا هُوَ  وَ الْمَلائِكَةُ وَ أُولُوا الْعِلْمِ قائِماً بِالْقِسْطِ } { لا إله إلا هُوَ  الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ } { إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ الله الْإِسْلامُ إِنَّ هذا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ

وَ ما مِنْ إِلهٍ إِلَّا الله وَ إِنَّ الله لَهُوَ لْعَزِيزُ الْحَكِيمُ } .

وَ مِنَ النِّسَاءِ وَاحِدَةٌ : { اللَّهُ لا إله إلا هُوَ

 لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلى‏ يَوْمِ الْقِيامَةِ لا رَيْبَ فِيهِ وَ مَنْ أَصْدَقُ مِنَ الله حَدِيثاً } .

وَ مِنَ الْمَائِدَةِ وَاحِدَةٌ : { لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قالُوا إِنَّ الله ثالِثُ ثَلاثَةٍ  وَ ما مِنْ إِلهٍ إِلَّا إِلهٌ واحِدٌ  وَ إِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذابٌ أَلِيمٌ } .

وَ مِنَ الْأَنْعَامِ اثْنَتَانِ : { ذلِكُمُ الله رَبُّكُمْ   لا إِلهَ إِلَّا هُوَ  خالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَ هو عَلى‏ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ } { اتَّبِعْ ما أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ   لا إله إلاهُوَ  وَ أَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ } .

وَ مِنَ الْأَعْرَافِ وَاحِدَةٌ : { قُلْ يا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ الله إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ  لا إله إلا هُوَ   يُحيِي وَ يُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَ رَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَ كَلِماتِهِ وَ اتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ } .

وَ مِنْ بَرَاءَةَ اثْنَتَانِ : { اتَّخَذُوا أَحْبارَهُمْ وَ رُهْبانَهُمْ أَرْباباً مِنْ دُونِ الله وَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَ ما أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلهاً واحِداً   لا إله إلا هُوَ  سبحانهعَمَّا يُشْرِكُونَ } { فَإِنْ‏ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ   لا إِلهَ إِلَّا هُوَ  عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هو رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ‏ } .

وَ مِنْ يُونُسَ وَاحِدَةٌ : { حَتَّى إِذا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قالَ آمَنْتُ أَنَّهُ   لا إله إلا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُوا إِسْرائِيلَ   وَ أَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ } .

وَ مِنْ هُودٍ وَاحِدَةٌ : { فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّما أُنْزِلَ بِعِلْمِ الله وَ أَنْ

لا إِلهَ إِلَّا هُوَ    فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } .

وَ مِنَ الرَّعْدِ وَاحِدَةٌ : { وَ هُمْ يَكْفُرُونَ بِالرَّحْمنِ قُلْ هو رَبِّي

 لا إِلهَ إِلَّا هُوَ   عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ إِلَيْهِ مَتابِ } .

وَ مِنَ النَّحْلِ وَاحِدَةٌ : { يُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلى‏ مَنْ يَشاءُ مِنْ عِبادِهِ أَنْ أَنْذِرُوا أَنَّهُ   لا إِلهَ إِلَّا أَنَا  فَاتَّقُونِ } .

وَ مِنْ طه ثَلَاثَةٌ : { يَعْلَمُ السِّرَّ وَ أَخْفى ‏ اللَّهُ لا إِلهَ إِلَّا هُوَ  لَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى‏ } { وَ أَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِما يُوحى‏ إِنَّنِي أَنَا الله    لا إله إلا أَنَا   فَاعْبُدْنِي وَ أَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي } { إِنَّما إِلهُكُمُ الله الَّذِي   لا إِلهَ إِلَّا هُوَ   وَسِعَ كُلَّ شَيْ‏ءٍ عِلْماً } .

وَ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ اثْنَتَانِ { وَ ما أَرْسَلْنا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ   لا إله إلا أَنَا   فَاعْبُدُونِ } { وَ ذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغاضِباً فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنادى‏ فِي الظُّلُماتِ   أَنْ لا إله إلا أَنْتَ   سُبْحانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ } .

وَمِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَاحِدَةٌ : { فَتعالى الله الْمَلِكُ الْحَقُّ   لا إله إلا هُوَ  رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ}.

و مِنَ النَّمْلِ وَاحِدَةٌ : { وَ يَعْلَمُ ما تُخْفُونَ وَ ما تُعْلِنُونَ   اللَّهُ لا إله إلا هُوَ  رَبُ‏ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ } .

وَ مِنَ الْقَصَصِ اثْنَتَانِ : { وَ هُوَ الله لا إله إلا هُوَ   لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولى‏ وَ الْآخِرَةِ وَ لَهُ الْحُكْمُ وَ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ } { وَ لا تَدْعُ مَعَ الله إِلهاً آخَرَ   لا إِلهَ إِلَّا هُوَ   كُلُّ شَيْ‏ءٍ هالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ } .

وَ مِنْ فَاطِرٍ وَاحِدَةٌ : { يا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خالِقٍ غَيْرُ الله يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّماءِ وَ الْأَرْضِ   لا إله إلا هُوَ   فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ } .

وَ مِنَ الصَّافَّاتِ وَاحِدَةٌ: { إِنَّهُمْ كانُوا إِذا قِيلَ لَهُمْ لا إِلهَ إِلَّا الله  يَسْتَكْبِرُونَ }.

وَ مِنْ ص وَاحِدَةٌ : { قُلْ إِنَّما أَنَا مُنْذِرٌ  وَ ما مِنْ إِلهٍ إِلَّا اللَّهُ  الْواحِدُ الْقَهَّارُ } .

وَ مِنْ غَافِرٍ اثْنَتَانِ : { ذلِكُمُ الله رَبُّكُمْ خالِقُ كُلِّ شَيْءٍ  لا إله إلا هُوَ  فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ } { ذلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ  هُوَ الحي   لا إله إلا هُوَ   فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ } .

وَمِنَ الدُّخَانِ وَاحِدَةٌ: { لا إله إلا هُوَ  يُحْيِي وَ يُمِيتُ رَبُّكُمْ وَ رَبُّ آبائِكُمُ الْأَوَّلِينَ}.

وَ مِنَ الْحَشْرِ اثْنَتَانِ : { هُوَ الله الَّذِي لا إِلهَ إِلَّ هو  عالِمُ الْغَيْبِ وَ الشَّهادَةِهو الرَّحْمنُ الرَّحِيمُ } { هُوَ الله الَّذِي لا إله إلا هُوَ   الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحانَ الله عَمَّا يُشْرِكُونَ‏ } .

وَ فِي التَّغَابُنِ وَاحِدَةٌ  : { اللَّهُ لا إله إلا هُوَ   وَ عَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ } .

وَ فِي الْمُزَّمِّلِ وَاحِدَةٌ : {رَبُّ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ  لا إِلهَ إِلَّا هُوَ  فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا}.

A’udzubillâhi-minasy-syaithônir-rojîm

wa ilâhukum ilâhun wâhid, lâ ilâha illâ huwar rohmânurrohîm. Allâhu lâ ilâha illâ huwalhayyul qoyyûm, lâ ta’khudzuhu sinatuw walâ naum, lahu mâ fis samâwâti wamâ fil ardi, man dzal ladzî yasyfa’u ‘indahû illâ bi idz-nihi, ya’lamu mâ bayna aydîhim wamâ kholfahum walâ yuhî thûna bisyai-in min ilmihî illâ bimâ syâ-a, wasyi’a kursiyyuhus samâwâti wal ardho, walâ ya-ûduhu hif-zhu humâ wa huwal aliyyul azhîm. Allâhu lâ ilâha illâ huwalhayyul qoyyûm, Huwalladzî yushowwirukum fil arhâmi kay fa yasyâ-u, lâ ilâha illâ huwal ‘azîzul hakîm syahidallâhu annahu, lâ ilâha illâ huwa wal malâ-ikatu wa ûlul ‘ilmi qô-imam bil qis-thi, lâ ilâha illâ huwal ‘azîzul hakîm Allâhu lâ ilâha illâ huwa, layaj-ma’ana kum ilâ yaumil qiyâmati lâ royba fîhi, waman ash-daqu minallâhi hadî-tsâ Dzâlikumullâhu robbukum lâ ilâha illâ huwa, khôliqu kulli syai-in fa’budûhu, wahu wa ‘alâ kulli syai-in wakîl Ittabi’ mâ ûhiya ilaika mirrobbika lâ ilâha illâ huwa, wa a’ridh ‘anil musyrikîn Qulyâ ayyuhannâsu innî rosûlullâhi ilay kum jamî’an alladzî lahû mulkus-samâwâti wal ardhi, lâ ilâha illâ huwa yuhyî wa yumî tu fa-âminû billâhi warosûlihîn nabiyyil um miyyi alladzî yu’minu billâhi wa kalimâtihi wattabi’û-hu la’allakum tahtadûn Ittakhodzû ahbârohum waruhbânahum arbâ ban min dûnillâhi wal masî-habna maryam wamâ umirû illâ liya’budû ilâhan wâhidâ, lâ ilâha illâ huwa, subhânahu ‘ammâ yusy- rikûn Fa in tawallaw faqul hasbiyallâhu lâ ilâha illâ huwa, ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rob bul arsyil ‘azhîm Wajâwaznâ bibanî isrô-ilal bahro fa-at ba ’ahum fir-‘aunu wa junûduhu baghyaw wa ‘adwâ hatta idzâ adro kahul ghoroqu qôlâ âmantu annahu lâ ilâha illâlladzî âmanat bihi banû isrô-îl wa anâ minal muslimîn Fa illam yastajîbû lakum fa’lamû annamâ unzila bi’ilmillâhi wa an lâ ilâha illâ huwa fahal antum muslimûn Kazdâlika arsalnâka fî ummatin qod kholat min qoblihâ umamun litat-luwa ‘alay himul- ladzî au haynâ ilayka wahum yak furûra bir- rohmân, qul huwa robî lâ ilâha illâ huwa ‘alayhi tawakkaltu wa ilayhi matâb Yunazzilul malâ-ikata birrûhi min amrihi ‘alâ mayyasyâ-u min ‘ibâdihi an anzdirû annahu lâ ilâha illâ ana fat-taqûn Allâhu lâ ilâha illâ huwa lahul asmâ-ul husnâ Innanî anallâhu lâ ilâha illâ ana fa’budnî wa aqimis-sholâta lidzikrî Innamâ ilâhukumullâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwa wasi’a kulla syai-in ‘ilmâ Wamâ arsalnâ min qoblika mir-rosûlin illâ nûhî ilayhi annahu lâ ilâha illâ ana fa’budûn Wa dzan-nûni idz-dzahaba mughô-dhiban fazhonna al-lan naqdiro ‘alayhi fanâdâ fizh zhulumâti al-lâ ilâha illâ anta subhânaka innî kuntu minadh-zhôlimîn Fata’âlallâhul malikul haqqu lâ ilâha illâ huwa robbul ‘arsyil karîm  Allâhu lâ ilâha illâ huwa robbul ‘arsyil azhîm Wahuwallâhu lâ ilâha illâ huwa lahul ham du fil ûlâ wal âkhiroh walahul hukmu wa ilayhi turja’ûn Walâ tad-’û ma’allâhi ilâhan âkhor, lâ ilâha illâ huwa, kullu syai-in hâlikun illâ wajha- hû lahul hukmu wa ilaihi tur-ja’ûn Yâ ayyuhan nâsuzd-kurû ni’matallâhi ‘alai kum hal min khôliqin ghoirullâhi yarzuqu kum minassamâ-i wal ardhi lâ ilâha illâ huwa fa annâ tu’fakûn Innahum kânû idzâ qîla lahum lâ ilâha illallâhu yastakbirûn  Kholaqokum min nafsyiw wâhidatin tsumma ja’ala minhâ zaujahâ wa anzala lakum minal an’âmi tsamaniyyata azwâjin yakh- luqukum fî buthûni ummahâtikum kholqon mim ba’di kholqin fî zhulumâtin tsalâsin dzâlikumullâhu robbukum lahul mulku lâ ilâha illâ huwa fa annâ tushrofun  Ghôfiridz-dzambi wa qôbilitawbi syadîdil ‘iqôbi dzith-thowli lâ ilâha illâ huwa ilaihil mashîr Dzâlikumullâhu robbukum khôliqu kulli syai-in lâ ilâha illâ huwa fa annâ tu’fakûn Huwal hayyu lâ ilâha illâ huwa fad ’ûhu mukh-lishîna lahuddîna alhamdulillâhi rob bil ‘âlamîn Lâ ilâha illâ huwa yuhyî wa yumîtu robbukum wa robbu âbâ-ikumul awwalîna Fa’lam annahu lâ ilâha illâllâhu wastaghfir lidzambika walil-mu’minîna wal-mu’minâti wallâhu ya’lamu mu-taqollabakum wa mats- wâkum Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwa ‘âlimul ghoybi wasysyahâdati huwar-rohmâ nur rohîm Huwallâhul-ladzî lâ ilâha illâ huwal malikul quddûsus-salâmul mu’minul muhaiminul ‘azîzul jabbârul mutakabbiru subhânallâhi ammâ yusyrikûn Allâhu lâ ilâha illâ huwa wa ‘alallâhi fal-yatawakkalil mu’minûn Robbul masyriqi walmaghribi lâ ilâha illâ huwa fattakhidzhu wakîlâ

Agama

Ziarah Kubur Muslim

*Amalan Ziarah Kubur Muslimin* *Saat Imam Shadiq as ditanya bagaimana cara kita menyampaikan salam kepada Ahli Kubur? Beliau menjawab:* ...

Herbal