Sabtu, 09 September 2017

cinta Seekor anjing kpd Imam Ali as

CINTA SEEKOR ANJING KEPADA AMIRUL MUKMININ

Di buku 'Kisah-kisah Shalat', hal. 26-27, Ayatullah Qasim Mirkhalaf Zadeh menukil bahwa seorang periwayat hadist mengatakan,

Suatu hari saya bersama Rasulullah saw. Lalu beliau saww melaksanakan shalat subuh. Stlh selesai melaksanakan shalat, seorang Anshar datang menemui belia saw dan berkata,

"Wahai Rasulullah, ketika saya sampai di dpn pintu rumah si fulan, anjingnya menghadang saya dan menggigit baju saya serta melukai kaki saya."

Kemudian dia menunjukkan kpd belia saw luka yg ada di kakinya. Lelaki Anshar tsb juga merasa kecewa, krn tak dapat melaksanakan shalat subuh bersama Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw bangkit; —hendak menuju rumah si pemilik anjing itu— seraya berkata,

"Anjing yg buas harus di bunuh."

Setiba kami di dpn rumah si pemilik anjing itu, Anas mengetuk pintu rumah, dan si pemilik rumah keluar seraya berkata,

"Wahai Rasulullah apa yg mendorongmu datang kerumah saya, pdhl saya tdk meyakini agamamu?"

Rasulullah saw berkata,

"Engkau memiliki seekor anjing yg setiap hari melukai seseorang dan merobek bajunya. Bawalah kemari anjingmu itu, krn anjing yg buas wajib dibunuh."

Lelaki itu masuk ke dlm rumah, lalu mengikatkan seutas tali di leher anjingnya dan membawanya keluar. Tatkala anjing tsb menatap wajah suci Rasulullah saw, dgn kekuasaan Ilahi, ia mampu bicara,

"Salam atasmu, wahai Rasulullah, apa yg mendorongmu datang kemari dan mengapa saya wajib dibunuh?"

Rasulullah saw berkata,

"Kemarin engkau melukai kaki dan merobek baju si fulan, dan skrg engkau melukai kaki dan merobek baju orang ini, sehingga dia tdk sempat melaksanakan shalat berjamaah."

Anjing itu menjawab dgn bahasa yg jelas,

"Wahai Rasulullah, saya tdk mengganggu orang2 mukmin, tetapi kedua orang itu adlh orang2 munafik dan memusuhi Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Di rumah, mereka mencaci-maki putra pamanmu. Jika bukan krn itu, maka saya takkan menyakiti mereka; tetapi rasa cinta saya kpd Amirul Mukminin mendorong saya untuk sedapat mungkin menyakiti dan menghinakan para musuhnya."

Setelah Rasulullah saw mendengar jwbn ini dari mulut anjing itu,  beliau berpesan kpd pemiliknya agar memperlakukan anjingnya dgn baik. Tatkala lelaki si pemilik anjing yg non-muslim itu menyaksikan kejadian ini, dia segera merebahkan diri di kaki Rasulullah saw seraya berkata,

"Wahai Rasulullah, anjing ini telah memberikan kesaksian atas kerasulanmu dan saya lebih rendah darinya. Dan skrg, ulurkanlah tanganmu dan saya akan memeluk Islam. Saya bersaksi atas keesaan Allah dan kerasulanmu, dan engkau adlh utusan Allah dan putra pamanmu adlh washimu dan wali Allah; siapa saja yg berbuat buruk kepadanya, dia seribu kali lebih hina ketimbang anjing." Kemudian, seluruh penghuni rumah tsb memeluk Islam.

***
Salah satu hal alamiah yg selaras dgn penciptaan bumi ini adlh bahwa setiap makhluk (khususnya manusia) pastilah mencari dan meniru teladan2nya. Kecintaan, pengakuan kpd Rasulullah saw dan kpd Amirul Mukminin sebenarnya merupakan keniscayaan dlm hidup bagi mereka2 yg mengaku dirinya sbg Muslim, terlebih Mukmin. Dr itu, betapa bahagianya dan puas hati mereka2 yg patuh, yg hidupnya senantiasa dipenuhi cinta dan kerinduan yg mendalam kpd Rasulullah saw, kpd Amirul Mukminin dan kpd para penerusnya yg suci.

Bisa kita baca dan telusuri lebih dlm di buku2 sejarah yg tdk terkontaminasi oleh distorsi2 palsu, bahwa setelah Rasulullah saw tdk ada lagi pribadi2 yg begitu menarik perhatian, yg begitu mempesona nan bijaksana, jujur, ikhlas, berakhlak mulia dan berilmu tinggi selain drpd Amirul Mukminin, keturunan2nya yg suci dan para pengikutnya yg sederhana.

Betapa tdk, krn Amirul Mukminin dan keturunan2nya yg suci itulah yg telah berhasil dgn sungguh2 berjuang dlm menjaga kemurnian ajaran agama yg di bawa oleh Rasulullah saw. Sebagaimana tesis yg disampaikan oleh Sayyid Ali Khamene'i di buku Para Pengawal Agama, juga di buku Manusia 250 Tahun, bahwa bila bukan krn mereka—para washi Rasulullah saw— maka agama Islam sudah bercampur baur dgn bid'ah2 dan tentunya akan terancam punah.

Tdk pernah kafir, tdk pernah mengubur anak hidup2, tdk pernah lari dari musuh, tdk pernah mengejar/ membunuh musuh yg lemah, tdk pernah membantah Rasulullah saww, juga tdk pernah berniat untuk membunuh Rasulullah saw, tdk pernah mencuri harta baitul mal, tdk pernah berbohong, tdk pernah berbuat zina, tdk pernah mengambil yg bukan haknya, tdk pernah bermewah2an, tdk pernah makan sampai kekenyangan,  tdk pernah bodoh, tdk pernah menghindar dr pertanyaan2, tdk pernah mencaci, tdk pernah melakukan fitnah, tdk pernah akrab sedikit pun dgn perbuatan2 tercela, tdk pernah menelantarkan mustad'afin, dan sampai kapan pun tdk pernah rela bila orang2 miskin tidur kelaparan meskipun beliau sendiri sering dlm keadaan lapar.

Betapa harum semerbaknya hari ini, —sebisa mungkin— mengisi jiwa kita yg telah lama kosong.
Selamat Hari Ghadir Khum 1438 H,
Semoga keluasan cahaya Amirul Mukminin senantiasa meliputi semesta, khususnya diri kita. Juga, semoga tekad dan kesungguhan kita semakin membaja dlm meneladani sepak terjang dan sifat2 Amirul Mukminin 🙏🏻

Wallahu A'lam...

(Ardi Yazdy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Agama

Ziarah Kubur Muslim

*Amalan Ziarah Kubur Muslimin* *Saat Imam Shadiq as ditanya bagaimana cara kita menyampaikan salam kepada Ahli Kubur? Beliau menjawab:* ...

Herbal